Tentang Semarang Coin a Chance!

kami

Semarang Coin A Chance! merupakan lanjutan sebuah gerakan sosial yang diawali di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2008. Melalui gerakan ini, kami berusaha mengajak kawan-kawan, kerabat, keluarga, juga para netters (blogger, plurker, facebooker…) untuk mengumpulkan ‘recehan’ atau uang logam yang bertumpuk dan mungkin jarang digunakan. Uang yang terkumpul akan ditukarkan dengan ’sebuah kesempatan’ bagi anak-anak yang kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah lagi

Jika kamu atau kenalanmu kebetulan mempunyai setumpuk ‘recehan’ atau uang logam yang rasa-rasanya tak akan dipakai untuk berbelanja dan sudah tak muat lagi disimpan di dalam dompet, ayo tukarkan koinmu dengan kesempatan melanjutkan sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu!
Jika kamu bergabung, kesempatan yang dimiliki anak-anak Indonesia untuk bersekolah kembali akan lebih besar, lho..!

Tampilkan postingan dengan label CAC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CAC. Tampilkan semua postingan

CCD #12 Edisi Sumpah Pemuda


Pemuda, dulu berjuang, kini berkarya..
Pemuda, dulu berperang, kini beraksi dan berinovasi..

Mungkin itu juga yang menginspirasi coiners CAC! Semarang. Di berbagai tempat para pemuda berkumpul, bergandengan tangan, dan mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda (entah setelah itu mereka ngapain, mungkin langsung bubar, jalan-jalan ke mall, nonton, nongkrong di cafe, dll... semoga saja tidak). Di Hans Kopi Pleburan, beberapa pemuda pemudi berkumpul dan melakukan aksi nyata, gerakan yang sudah seharusnya dilakukan oleh penerus bangsa ini (ceilee bahasanyaa).. Yap! Tepatnya 28 Oktober 2012 lalu, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, CAC! Semarang mengadakan Coin Collecting Day #12.  CCD menjadi salah satu perwujudan aksi nyata CAC! Semarang yang berkomitmen untuk membantu adik-adik asuh yang kurang mampu untuk terus mengenyam pendidikan. Dari koin-koin “terbuang” yang dikumpulkan satu per satu selama satu bulan penuh itu lah sumber beasiswa adik-adik kita selama ini.

Cukup banyak coiners yang baru datang pertama di CCD ini lho. So, sebagian besar waktu kita habiskan dengan saling berkenalan satu sama lain dan yang pasti mengenal lebih jauh tentang komunitas CAC! Semarang itu sendiri. Barulah setelah itu beranjak ke acara puncak : tungitung koin.  Tak lama kemudian didapatlah hasil yang FANTASTIS.. Rp 2.493.200,- WOOOOWW! *lalu koprol

Memang sih, 2 juta sekian itu bukan berupa koin semua, sebagian besar berupa uang kertas hasil donasi teman-teman salah satu coiner CAC! Semarang. However, ini hasil CCD terbanyak sepanjang sejarah CAC! Semarang. Semoga ini bukan yang terakhir dan semoga CCD bulan depan bisa lebih, lebih, dan lebih banyak lagi.  Amiiiinn.. >.<

Jangan pernah berhenti berbagi kawan karena receh ga remeh. Sekeping dari kita sangat berarti untuk mewujudkan mimpi mereka. Sangat dinantikan kedatangan kalian di event yang akan datang.

Salam krincing!

NB : Dan baru sadar ternyata ga ada dokumentasi selama CCD kemarin, maaf ya.. :P

CCD #11 Episode September Ceria


September ceria.....September ceria.......September ceria......
Lagu ini  tak bosan-bosannya dinyanyikan oleh semua kalangan, dari remaja sampai kakek nenek, semua doyan lagu ini, dan semakin sering kita dengar bila sudah memasuki bulan September. Karena nggak mau kalah sama kakek-nenek, komunitas coin a chance Semarang pun ikut bernyanyi, untuk menambah keceriaan kita melakukan kegiatan rutinan tiap bulan, yaitu Coin Collecting Day (CCD) yang hari itu diadakan di KFC Pandanaran. Satu per satu personil CAC! Semarang (sebutan kami untuk menyingkat coin a chance), berdatangan. Receh demi receh yang kami kumpulkan selama sebulan dituang dalam satu nampan besar berwarna merah. Gunungan receh ini membuat kami saling berpandangan dan tersenyum, ada sedikit rasa puas yang bergetar dalam hati kami. Bayangan wajah adik dan calon adik asuh kami, semakin membuat jantung kami berdetak hebat.Tangan kami rasanya sudah tidak sabar untuk menghitung receh demi recehnya.
Masing-masing uang logam dibedakan, yang seratus dengan yang seratus, yang dua ratus dengan dua ratus, dan seterusnya. Sedikit demi sedikit logaman uang ini tertata menjulang. Satu deret, dua deret dampai puluhan deret receh ini ini rapi tertata. Kami berharap jumlahnya bisa lebih besar dari bulan lalu.

Saking banyaknya koin yang terkumpul, alhasil nampan KFC jadi wadah koin.. Terima kasih KFC.. :D 


Ini nih, tangan-tangan cekatan yang lagi ngitung koin :)

Yunita, salah satu adik asuh Coin a Chance! Semarang yang ikut CCD #11 juga sibuk menghitung koin


Tung itung itung itung itung, Mbak Fabi selaku salah satu koordinantor CAC! Semarang mulai menghitung koin, tangannya bergerak seperti membuat pola ular, bola matanya menyusuri deret demi deret, dan akhirnya untuk bulan September CAC! Semarang berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 850.200, wow.....cukup besar, dan jumlahnya melampaui bulan Agustus yang hanya Rp 206.600.  Doa kami selalu, semoga jumlah receh yang kami kumpulkan bisa bertambah tiap bulannya, supaya makin banyak anak yang bisa dibantu. Jangan remehkan receh. Seperak dua perak sangat berarti untuk mereka.

Tidak pernah ketinggalan, photo sesion setelah CCD :)

Oke cukup sekian ulasan CCD episode September ceria, terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu berjalannya progam ini. Komunitas ini bersifat terbuka, so kami undang untuk teman-teman yang ingin bergabung pada komunitas sosial ini. Salam krincing!


written by : Dania Sindy

Droping lagi....


”Panasnya....”
Siang itu seperti hari-hari sebelumnya, dan seperti siang-siang sebelumnya kota ini teramat senang menyapa para penghuninya dengan kilauan sang raja siang yang aduhai teriknya. Semut pun lebih memilih berdiam di rumahnya yang pengap ketimbang berebut sisa remah roti di tepian jalan simpang tempat berkumpulnya para semut. Burung-burung yang mengicau riang pun hampir tak terdengar gemuruhnya bila mentari semakin dalam sengatannya. Satu-satunya irama yang tak pernah absen adalah kendaraan yang dikemudikan tiada henti di jalan. Terkhusus kendaraan beroda dua, atau lebih sering kita menyebutnya motor. Ya, para pengendara motor ini merajai jalanan di Kota Semarang. Motor inilah yang dipilih sebagian besar umat semarang untuk mengantar dan menemani aktivitas mereka, dan seperti mayoritas umat semarang, kami pun demikian. Memilih motor untuk mengantar kegiatan kami mendroping tiga beasiswa adik-adik pilihan dari SMA Kolose Loyola dan SMA Nusa Putera. Ya, komunitas Coin a Chance! Semarang kali ini bekerja sama dengan Coca Cola untuk turut menyukseskan porgam peduli pendidikan untuk anak-anak yang mempunyai keinginan semangat dan mimpi yang tinggi dalam menuntut ilmu, namun mengalami kesulitan dalam biaya. Sebenarnya uang dari pihak Coca Cola belum cair, tapi karena komitmen Coin a Chance! Semarang dan kegiatan sekolah sudah mulai berjalan, maka coin dropping dilakukan dengan uang kas yang ada.

Tepat pukul 12.30 WIB rombongan kami sampai pada sebuah gedung sekolah dengan aksen Belandanya yang masih kental, SMA Kolose Loyola. Kami langsung memarkir motor dan bergegas menemui para guru yang akan membantu proses droping beasiswa ini. Tak ketinggalan orang tua murid dari Adi Budiman yang sengaja kami undang untuk menyaksikan penyerahan beasiswa Adi (sapaan akrab). Hanya lima menit kami menunggu Adi untuk hadir bersama kami. Adi, terpilih menjadi adik asuh Coin a Chance! Semarang tak lepas karena semangat dan mimpinya untuk besekolah yang tinggi. Berbekal sepeda, setiap hari Adi melewati jalanan ramai dan menanjak sepanjang lima kilometer. Ibunda Adi  sehari-hari menjajakan sarapan untuk warga sekitar dibantu oleh suami. Adi terseyum ramah pada kami, wajahnya tak mampu menyembunyikan kebahagiannya, dan matanya memancarkan spirit yang tinggi. Tak salahlah kami memilih Adi menjadi adik asuh kami. Setelah menjelaskan progam beasiswa dan tetek bengeknya, kami menutup dengan berfoto bersama. Success and be the best, Adi. J

Adi (nomor 4 dari kiri) bersama ibu, guru wali, dan tim Coin a Chance! Semarang

Beralih ke  Loyola, kita berjalan sebentar menuju SMA Nusa Putra yang tak jauh dari SMA Loyola tempat adik asuh kita yang kedua Michael Santoso (Michael) dan Yunita. Saat itu jam isirahat sudah selesai tidak ada suara gaduh dari murid. Kami berjalan ke ruang guru yang terletak di lantai dua, melewati kantin sekolah yang terlihat sangat lenggang. Seperti halnya di Loyola, penyerahan beasiswa juga dibantu oleh pihak sekolah dan di hadiri oleh orang tua murid. Kami duduk berputar, titik fokus mata kami ada pada dua bocah laki-laki dan perempuan yang agaknya sedikit deg-degan, dikelilingi oleh banyak orang. Yunita memiliki pembawaan yang riang, terlihat dari bagaimana ia tersenyum. Keaktifannya di gereja dan kegiatan keagamaan lainnya telah menjadi bukti, sedangkan Michael lebih pemalu.  It's no problemo, kalian tetap anak-anak yang baik, pintar, penuh semangat dan pantas mendapatkan beasiswa ini. Ibu Yunita adalah seorang seorang ibu rumah tangga tangga sedangkan Ibu Michael berjualan makanan kecil di depan rumahnya. Saat ibu mereka mengucapkan terimakasih untuk kami, ada rasa haru yang bergetar dalam hati kami. Perasaan lega karena bisa turut membantu sesama. Bukan karena kami hebat, karena receh yang terkumpul adalah hasil dari para rekan-rekan yang yang bersedia menyisihkan rejeki Tuhan, dan Tuhan masih memperlihatkan luas cintaNya untuk saling berbagi pada sesama mahluk, hangat.......

Michael dan Yunita (nomor 3 dan 4 dari kiri) bersama ibu, guru wali, dan tim Coin a Chance! Semarang


Kegiatan hari itu di tutup dengan senyum, doa dan harapan yang tiada henti supaya semakin banyak anak-anak yang bisa bersekolah, meraih masa depan mereka tanpa perasaan was-was akan kekurangan biaya. So, jangan berhenti memberi teman! Seperak dua perak receh kita, sangat berarti untuk mereka. Salam krincing J

written by : Dania Sindy